← Kembali ke Beranda
PUBLISHED • 16 Aug 2026 • 4 VIEWS

Panduan Lengkap Setting DNS di cPanel untuk Mengarahkan Domain ke Server

Thumbnail

DNS (Domain Name System) merupakan sistem yang berfungsi menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP server. Dengan DNS, pengguna dapat mengakses website menggunakan nama domain seperti contoh.com tanpa harus mengingat alamat IP server.

Bagi pemilik website yang menggunakan cPanel, pengaturan DNS dapat dilakukan melalui fitur DNS Setting yang tersedia pada hosting.

Artikel ini akan membahas cara setting DNS di cPanel, mulai dari membuat A Record, CNAME, subdomain, MX Record, hingga TXT Record.

Apa Itu DNS?

DNS adalah sistem yang menghubungkan nama domain dengan alamat IP server.

Sebagai contoh, ketika seseorang membuka:

contoh.com

DNS akan mencari alamat IP yang terkait dengan domain tersebut, misalnya:

103.123.45.67

Kemudian browser akan terhubung ke server dengan alamat IP tersebut dan mengambil website yang diminta.

Secara sederhana, prosesnya adalah:

Domain → DNS → IP Server → Website

Apa Itu DNS Setting di cPanel?

DNS Setting merupakan fitur pada cPanel yang digunakan untuk mengatur DNS Record pada domain.

Melalui fitur ini, Anda dapat menambahkan atau mengubah berbagai jenis DNS Record, seperti:

  • A Record
  • AAAA Record
  • CNAME Record
  • MX Record
  • TXT Record

Nama dan tampilan menu DNS dapat berbeda-beda tergantung provider hosting yang digunakan. Pada beberapa layanan hosting, fitur ini dapat ditampilkan dengan nama DNS Setting, DNS Management, atau nama serupa.

Cara Membuka DNS Setting

1. Login ke cPanel

Masuk ke akun cPanel hosting Anda.

Alamat cPanel biasanya menggunakan format:

https://namadomain.com/cpanel

Namun, alamat login dapat berbeda tergantung provider hosting yang digunakan.

2. Buka DNS Setting

Setelah berhasil login ke cPanel, cari menu DNS Setting.

Klik menu tersebut untuk membuka halaman pengaturan DNS.

3. Pilih Domain

Pilih domain yang ingin dikonfigurasi.

Setelah domain dipilih, Anda akan melihat daftar DNS Record yang saat ini digunakan oleh domain tersebut.

Pada halaman ini Anda dapat menambahkan, mengubah, atau menghapus DNS Record sesuai kebutuhan.

Cara Setting A Record di cPanel

A Record merupakan DNS Record yang digunakan untuk mengarahkan domain ke alamat IPv4 server.

Misalnya Anda memiliki:

  • Domain: contoh.com
  • IP server: 103.123.45.67

Maka A Record dapat dibuat seperti berikut:

Type Name Address
A @ 103.123.45.67

Pada beberapa layanan hosting, kolom Name dapat menggunakan nama domain secara lengkap, misalnya:

contoh.com

Langkah membuat A Record

  1. Buka DNS Setting.
  2. Pilih domain yang ingin dikonfigurasi.
  3. Cari opsi untuk menambahkan DNS Record.
  4. Pilih tipe record A.
  5. Masukkan nama atau host domain.
  6. Masukkan alamat IP server.
  7. Simpan konfigurasi.

Setelah konfigurasi selesai, domain akan diarahkan ke IP server yang telah ditentukan.

Catatan: Nama kolom dan tombol dapat berbeda tergantung provider hosting. Jika terdapat pilihan seperti Host, Name, Record, Value, Address, atau Points to, sesuaikan dengan fungsi masing-masing kolom.

Cara Mengatur www

Selain domain utama, biasanya kita juga ingin agar:

www.contoh.com

dapat digunakan untuk mengakses website.

Salah satu konfigurasi yang umum digunakan adalah CNAME:

Type Name Target
CNAME www contoh.com

Dengan konfigurasi tersebut:

contoh.com

dan

www.contoh.com

dapat diarahkan ke tujuan yang sama.

Langkah membuat CNAME

  1. Buka DNS Setting.
  2. Pilih domain.
  3. Tambahkan DNS Record baru.
  4. Pilih tipe CNAME.
  5. Masukkan www sebagai Name/Host.
  6. Masukkan contoh.com sebagai Target/Value.
  7. Simpan konfigurasi.

Cara Membuat Subdomain

DNS juga dapat digunakan untuk mengarahkan subdomain ke server tertentu.

Misalnya Anda ingin menggunakan:

app.contoh.com

dan mengarahkannya ke IP:

103.123.45.68

Buat A Record:

Type Name Address
A app 103.123.45.68

Hasilnya:

app.contoh.com → 103.123.45.68

Contoh subdomain lainnya:

  • api.contoh.com
  • mail.contoh.com
  • server.contoh.com
  • panel.contoh.com
  • blog.contoh.com

Masing-masing subdomain dapat diarahkan menggunakan DNS Record sesuai kebutuhan.

Catatan: Pada sebagian hosting, pembuatan subdomain juga perlu dilakukan melalui menu Domains/Subdomains terlebih dahulu. DNS Setting digunakan untuk mengatur record DNS-nya.

Cara Setting MX Record

MX Record digunakan untuk menentukan server yang menangani email untuk suatu domain.

Sebagai contoh, jika email domain menggunakan server:

mail.contoh.com

maka konfigurasi MX dapat berupa:

Type Name Priority Destination
MX @ 0 mail.contoh.com

Kemudian pastikan mail.contoh.com memiliki A Record yang mengarah ke IP server email.

Contohnya:

Type Name Address
A mail 103.123.45.67

Dengan konfigurasi tersebut, email seperti:

admin@contoh.com

dapat diarahkan ke server email yang telah ditentukan.

Catatan: Jangan menghapus MX Record yang sudah ada apabila Anda belum mengetahui layanan email yang sedang digunakan. Kesalahan konfigurasi MX dapat menyebabkan email tidak dapat diterima atau dikirim.

Cara Menambahkan TXT Record

TXT Record digunakan untuk menyimpan informasi teks pada DNS.

TXT Record sering digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti:

  • Verifikasi kepemilikan domain
  • SPF
  • DKIM
  • DMARC
  • Verifikasi layanan pihak ketiga

Contoh SPF sederhana:

Type Name Value
TXT @ v=spf1 a mx ~all

Untuk DKIM dan DMARC, nilai TXT biasanya diberikan oleh provider email atau layanan yang digunakan.

Contoh DMARC:

Type Name Value
TXT _dmarc v=DMARC1; p=none

Nilai SPF, DKIM, dan DMARC sebaiknya disesuaikan dengan konfigurasi layanan email yang digunakan.

Contoh Konfigurasi DNS Lengkap

Misalnya Anda memiliki domain:

contoh.com

dengan IP server:

103.123.45.67

Maka contoh konfigurasi DNS dapat terlihat seperti berikut:

Type Name Value
A @ 103.123.45.67
CNAME www contoh.com
A app 103.123.45.67
A api 103.123.45.67
A mail 103.123.45.67
MX @ mail.contoh.com
TXT @ SPF Record
TXT _dmarc DMARC Record

Dengan konfigurasi tersebut, beberapa alamat dapat digunakan seperti:

  • contoh.com untuk website utama
  • www.contoh.com untuk akses website menggunakan www
  • app.contoh.com untuk aplikasi
  • api.contoh.com untuk API
  • mail.contoh.com untuk server email

DNS cPanel vs Cloudflare

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah lokasi DNS domain Anda.

Jika DNS domain dikelola melalui DNS Setting pada hosting/cPanel, maka perubahan DNS dilakukan melalui menu tersebut.

Namun, jika nameserver domain sudah diarahkan ke Cloudflare, DNS Record harus dikelola melalui Cloudflare.

Contohnya:

Jika DNS dikelola hosting:

Domain → Nameserver → DNS Hosting → DNS Setting → Server

Jika DNS menggunakan Cloudflare:

Domain → Cloudflare Nameserver → Cloudflare DNS → Server

Jadi, meskipun website menggunakan cPanel, belum tentu DNS-nya dikelola melalui cPanel.

Sebelum melakukan perubahan, pastikan terlebih dahulu nameserver domain mengarah ke layanan DNS yang benar.

Cara Mengecek DNS

Setelah melakukan perubahan DNS, Anda dapat melakukan pengecekan menggunakan Command Prompt di Windows.

Untuk mengecek domain:

nslookup contoh.com

Untuk mengecek subdomain:

nslookup app.contoh.com

Periksa apakah alamat IP yang muncul sudah sesuai dengan IP server.

Anda juga dapat menggunakan layanan pengecekan DNS online untuk melihat hasil resolusi DNS dari berbagai lokasi.

Berapa Lama Perubahan DNS?

Perubahan DNS tidak selalu langsung terlihat.

Waktu propagasi dapat dipengaruhi oleh:

  • TTL DNS
  • Cache DNS resolver
  • Cache ISP
  • Cache perangkat
  • Konfigurasi nameserver

Dalam kondisi tertentu, perubahan dapat terlihat dalam beberapa menit, tetapi dapat membutuhkan waktu lebih lama pada sebagian resolver.

Karena itu, setelah melakukan perubahan DNS, sebaiknya tunggu dan lakukan pengecekan secara berkala.

Kesimpulan

Setting DNS pada hosting dapat dilakukan melalui fitur DNS Setting. A Record digunakan untuk mengarahkan domain ke alamat IP server, sedangkan CNAME dapat digunakan untuk membuat alias seperti www.

Untuk kebutuhan yang lebih kompleks, DNS juga menyediakan MX Record untuk email serta TXT Record untuk verifikasi domain, SPF, DKIM, dan DMARC.

Sebelum mengubah DNS, pastikan terlebih dahulu siapa yang mengelola DNS domain Anda. Jika DNS dikelola oleh hosting, lakukan perubahan melalui DNS Setting. Jika nameserver sudah menggunakan Cloudflare, pengaturan DNS harus dilakukan melalui Cloudflare.

Dengan memahami fungsi masing-masing DNS Record, Anda dapat mengatur domain, subdomain, website, dan layanan email dengan lebih mudah dan terstruktur.

Bermanfaatkah Artikel Ini?
Klik bintang 5 untuk rating instan!
Rata rata rating 0 / 5. Jumlah rate 0
✓ Rating berhasil dikirim!

Artikel ini membantu kamu?

Bantu penulis tetap semangat membuat panduan dan catatan teknis gratis lainnya.

☕ Traktir Kopi via Trakteer

Diskusi & Komentar (0)

Belum ada diskusi. Tulis komentar kamu di atas!